Telah Terbit !

Yang sederhana, yang berserakan, yang tak diperhitungkan dan bertebaran di mana-mana, tetaplah harus dirayakan. Spesial SARBI edisi 8 di akhir tahun!

Blogroll

Friday, September 21, 2012

DENGAN MATA KEPALA SENDIRI

R.A. Hartyanto*         Dengan mata kepala sendiri, Fadly melihat bagaimana malaikat itu mengakhiri hidup tuannya. Orang bilang karena stroke, tapi baginya tetap saja malaikat tadi yang mengakhiri hidup tuannya. Tak ada sayap, tak ada lingkaran di atas kepalanya, bajunya pun juga tak berwarna putih seperti yang biasa dilambangkan kesucian. Yang Fadli tahu, dia datang dan pergi...

SAJAK-SAJAK DADANG ARI MURTONO

ihwal kerikil dan sedompol jambu air kerikil segalanya terasa jauh bagi langkah yang hilang kayuh. begitu basah matanya yang memandang marah kekasihnya di atas sana dicumbu codot yang dahaga. teramat lama ingin ia menyentuh dan membuat jatuh cintanya untuk menyenang-kenyangkan si anak yang lapar dan tak kenal bapak. sebab sungguh ia tahu surga hanya terletak di atas bagi yang tak beribu. seperti...

SAJAK-SAJAK ANGGA PRIANDI

Kupilih Melati I dan II Kupilih Melati I Kupilih melati meski mawar penuh getar atau kamboja tetap berbinar Kupilih melati bukan anggrek atau brokoli bukan wortel atawa sawi Ya, melati sederhana, tapi anggun manis penuh senyum murah, tapi meriah tidak mahal, tapi tetap mewah mahkotanya putih terbawa mimpi. Aku tertatih. Merintih. Perih. ingin bercumbu pada harap di atap ingin menyunting sampai aku sinting memohon...

Monday, September 3, 2012

Irasionalitas dan Kekuasaan: Menziarahi Novel Mantra Pejinak Ular karya Kuntowijoyo

Oleh Tri Shubhi A* Indonesia, sobongkah batu yang dicampakkan dari surga ini, sedang merangkak, belajar mengerti arti demokrasi. Pemilihan Umum merupakan kendaraannya. Bahan bakarnya partisipasi politik rakyat. Pemilihan Presiden secara langsung merupakan tonggak asasi berdirinya demokrasi di Indonesia. Dunia memuji, Indonesia berhasil menjalankan demokrasi. Pemilihan umum tahun 2004 berjalan relatif lancar...

Sajak-Sajak Nur Chasanah

  Ilustrasi oleh Ferdi Afrar untuk SARBI  Pitoe Petex Cilik Terpontang panting mereka di ketidakpantasan usia Terbawa, akan ketidaksempurnaan keadaan Di mana yang dewasa melangkah dengan gagah; Merebut yang mereka punya Merampas paksa Hak-hak yang mereka damba Terpontang panting mereka dengan cambuk tawa di tangan penguasa Terdiam mereka… dengan kepasrahan dalam ketidakadilan Tercekik...

Anda Pengunjung ke

SARBI

Tentang Kami

Sastra Alienasi Rumput Berbasis Independen (SARBI) adalah kelompok diskusi yang bergiat mendiskusikan perihal isu sastra, seni, dan kebudayaan terkini dengan mengambil sudut pandang alternatif. Selain itu, SARBI juga banyak menggali pemikiran tradisi negeri sendiri dan konsepsi mancanegara yang diharapkan dapat bersinergi sehingga menghasilkan pandangan kontemporer yang segar. Untuk membuktikan perihal tersebut, kami melahirkan lembar SARBI untuk ikut menghiasi keriuhan dunia sastra, seni, dan budaya serta berharap dapat menjadi oase untuk memenuhi dahaga kita •

Redaksi

Pemimpin Redaksi Sidang Redaksi Sidang Redaksi Sidang Redaksi Sidang Redaksi Sidang Redaksi Penata Artistik

Tinggalkan Pesan

Dokumen Post

8 Pageviews
Mar. 06th - Apr. 06th